Kemudian sobat cari kode TEMPLATE ERROR: No dictionary named: 'post' in: ['blog', 'skin', 'view'] Ganti kode TEMPLATE ERROR: No dictionary named: 'post' in: ['blog', 'skin', 'view'] dengan kode di bawah ini : TEMPLATE ERROR: No dictionary named: 'post' in: ['blog', 'skin', 'view'] si isma: LANGKAH-LANGKAH DALAM STATISTIK

Minggu, 24 Juli 2011

LANGKAH-LANGKAH DALAM STATISTIK

1. PENGUMPULAN DATA

2. PENGOLAHAN DATA

3. PENYAJIAN DATA

4. ANALISA DATA

1. PENGUMPULAN DATA

Tiga hal yang harus diperhatikan dalam pengumpulan data yaitu :

a. Sumber data ( primer, sekunder, tertier )

b. Cara pengumpulan data

c. Alat ukur yang digunakan

Cara pengumpulan data

Cara pengumpulan data dapat dari pencatatan rutin yang dilakukan oleh provider kesehatan. Pengumpulan dta dari provider/instansi kesehatan relatif mudah dan biaya tidak besar, tetapi datanya sering tidak lengkap dan tidak aktual dan terkadang dimanipulasi. Cara pengumpulan data langsung dari masyarakat dilakukan dengan survey .pengumpulan data langsung dari masyarakat ini ( community base) merupakan cara terbaik untuk mengetahui keadaan kesehatan masyarakat tetapi survey penelitian lainnya dibutuhkan biaya dan tenaga yang cukup besar.

Ada dua cara pengumpulan data dari masyarakat yaitu sensus dan survey

METODA PENGUMPULAN DATA

1). WAWANCARA

Teknik pengumpulan data dimana pewawancara mendapat keterangan secara lisan melalui bercakap-cakap. Instrumen yang dipakai kuesioner(pedoman wawancara)

Kebaikan : daftar isian cepat kembali, keterangan lebih terjamin kebenarannya, pencacahan dapat lebih memperjelas pertanyaan, dan pencacah dapat menggunakan bahasa yang dimengerti.

Kelemahan : pewawancara dapat mempengaruhi jawaban, responden kadang-kadangsulit dijumpai, perlu organisasi lapangan yang baik dan biaya untuk pewawancara

2). OBSERVASI

Teknik pengumpulan data dengan mengamati gejala alam dengan menggunakan alat indra dengan hasil dicatat, alat bantu: daftar cek, skala penilaian, alat potret atau rekaman.

Kelemahan: hanya data penampilan luar yang dapat dicatat

Kuesioner/angket.

Teknik pengumpulan ata melalui formulir pertanyaan tertulis pada sekumpulan orang yuntuk mendapat keterangan

Kebaikan biaya murah, ruang lingkup daerah lebih luas, tidak perlu petugas pencacah, responden dapat menjawab terbuka

Kelemahan: banyak tak kembali(bila diposkan) kesalahan pengisian pertanyaan sulit dijawab.

3). PENGUKURAN

Teknik pengumpulan data dengan mengukur orang/objek mengenai hal yang dipelajari dengan alat ukur

Kebaikan: teliti data dapat diisi seutuhnya dalam daftar, data tidak dipengearuhi pendapat pengumpul data

Data sekunder

Teknik pengumpulan data dengan mengutip catatan laporan tertulis

Kebaikan : biaya lebih hemat, kegiatan segera dapat dilakukan hasil bisa cepat didapat

Kelemahan : data yang diperlukan mungkin kurang lengkap, konsep dan definisi mungkin tidak cocok dengan maksud penelitian tingkat ketelitian data

2. PENGOLAHAN DATA

a. EDITING

Kegiatan editing dimaksudkan untuk meneliti kembali apakah isian pada lembar kuesioner atau formulir sudah cukup baik dan dapat segera diproses lebih lanjut sebaiknya editing langsung dilakukan ditempat pengumpulan data ( dilapangan), sehingga jika terdapat kesalahan, maka upaya pembetulan data dapat segera dilakukan dan tidak memerlukan biaya besar

Hal yang harus diperhatikan dalam proses editing adalah

Kelengkapan jawaban

Keterbacaan tulisan

Kesesuaian jawaban satu dengan lainnya ( consistency)

Keseragaman satuan ukuran

b. KODING

Yang dimaksud dengan koding ialah usaha mengklasifikasikan jawaban-jawaban/hasil-hasil yang ada menurut macamnya ke bentuk yang lebih ringkas dengan menggunakan kode misalnya data pekerjaan kode A

PN:1, Petani:2, pedagang:3

Jadi bila responden pekerjaan petani cukup beri kode A2

Agar kode dapat dimengerti oleh peneliti atau orang lain maka harus disediakan kunci yang menjelaskan arti dari kode tersebut yang dituangkan dalam buku kode

Buku kode

Pemasukan data

Setelah data selesai dikoding dan buku kode sudah dibuat tahap berikutnya adalah memasukan data kedalam kartu tabulasi atau file komputer

Kartu tabulasi adalah kartu yang berisi kode jawaban responden, setiap kartu memuat banyak variabel

3. PENYAJIAN DATA

TEKSTULAR( TULISAN BIASA)

Contoh: jumlah bayi yang menerima makanan lunak menurut kelompok umur di Indonesia tahun 2007 terdiri dari 0-2 bulan 4456 (16,1%) 3-5 bulan 13,784(49,7%), 6-8 bulan 16,083 (58%).

PENYAJIAN DATA

Penyajian data dalam bentuk tabel

Fungsinya menggambarkan perbandingan terdiri dari :

1. Tabel distribusi frekuensi
2. Tabel silang ( cross tabulasi )

PENYAJIAN DATA

Tabel yang lengkap terdiri dari:

1. Nomor tabel
2. Judul tabel ( memuat keterangan apa, dimana, dan bilamana)
3. Badan tabel terdiri dari judul kolom, judul baris, isi
4. Catatan kaki bila ada tanda * dijelaskan
5. Sumber dta( nama penulis, judul buku, jilid dan halaman buku, penerbit, tahun)

CONTOH

Tabel 1

Distribusi frekuensi penduduk berdasarkan tingkat pendidikan di kecamatan X tahun 2003

CROSS TABEL SILANG

Tabel 2.

Hubungan antara pendidikan ibu dengan kejadian bayi BBLR di Jakarta pusat tahun 1999O

GRAFIK

CARA PENGGUNAAN JENIS DIAGRAM/GRAFIK

BAR DIAGRAM

DI buat oleh Ayu MARthaSarI pada 16:17 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz
Reaksi:
KONSEP DASAR STATISTIK
POKOK BAHASAN


1.PENGERTIAN STATISTIK
Didalam kehidupan sehari-hari istilah statistik dialirkan sebagai label , daftar deretan angka diagram atau grafik mengenai suatu hal misalnya : statistik penduduk ,ststistik hasil pertanian , statiatik kecelakaan lalu lintas dan statistik kesehatan dsb.

DATA PROSES INFORMASI

Pengertian:

1. Statistik adalah kumpulan fakta yang umumnya berbentuk ,angka yang menggambarkan suatu persoalan ,disebut juga data
2. Statistik adalah data yang diperoleh dengan cara pengumpulan , pengolahan ,penyajian dan analisis serta sebagai sistem yang mengatur keterkaitan antara unsur dalam penyelengaraan statistik(UU RI No. 16 tahun 1997 tentang statistik).

Tidak semua data disebut data statistik. Data statistik merupakan data ringkasan berbentuk angka seperti jumlah(total) rata-rata (average) proposi (propotion) atau presentasi (percentago)
Data statistik yang diperoleh melalui kegiatan sensus disebut data sebenarnya atau paramenter sedangkan data yang diperoleh dari kegiatan disamping disebut perkiraan atau estimasi.

Kegunaan data statistik :

Untuk mengumpulkan suatu keadaan atau persoalan misalnya untuk mengetahui jumlah konsumsi pangan.jumlah BBLR,persentase balita KEP,persentase defesiensi vitamin A di Indonesia ,jumlah kalori per 100 gram karbohidrat dll.
Untuk membuat keputusan atau memecahkan persoalan yaitu secara eksplisit
Untuk dasar penyusunan perencanaan(planing) misalnya meningkatkan konsumsi sayuran pada anak


KEGUNAAN STATISTIK

Untuk pengawasan ( controling) pelaksanaan suatu rencana, kalau ada kesalahan/penyimpangan dari standar yang telah ditentukan untuk segera dikoreksi/diperbaiki, misalnya ketentuan dalam penyuluhan gizi di posyandu menggunakan data KMS

UNTUK DASAR EVALUASI MISALNYA UNTUK MENGETAHUI BERAPA % TARGET PENIMBANGAN TERCAPAI

RUANG LINGKUP STATISTIK

1. STATISTIK DESKRIPTIF
Adalah pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data dan analisis data berupa perhitungan perhitungan nilai tengah dan penyimpangan, rate dan ratio( dengan kata lain menggambarkan dan meringkas data)
2. STATISTIK INDUKTIF( INFERENSIAL)
Adalah bagian statistik yang berhubungan dengan penarikan kesimpulan ciri-ciri populasi yang dinyatakan dengan parameternya, melalui perhitungan statistik sampel berdasarkan teori estimasi dan pengujian hipotesa ( menggeneralisasi dari sampel ke populasi)

PENGERTIAN DAN JENIS DATA

DATA berasal dari kata latin datum, yang berarti suatu himpunan angka yang berasal dari hasil pengukuran individu-individu. Kelompok angka atau bilangan tersebut dikenal sebagai data agregat.

a. Data menurut cara memperolehnya

- Data diskrit ( data hitung)
yaitu yang diperoleh dengan cara menghitung, data diskrit berbentuk bilangan bulat seperti jumlah orang, balita, tablet Fe, rumah
- Data kontinyu ( data ukur)
yang berasal dari hasil mengukur dengan alat ukur seperti timbangan berat, thermometer, ukuran panjang.

b. Menurut sifatnya

- Data kuantitatif
Yaitu data yang berbentuk angka. Misalnya penderita anemi 75 orang, tinggi badan 165,5 cm
- Data kualitatif
yaitu data yang tidak berbentuk angka
( sakit gigi, gagal, jenis kelamin, buta huruf, anak gemuk, kepandaian.

c. Data menurut sumber

- Data primer
Data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh sipengumpul data
- Data sekunder
Data yang diperoleh dalam bentuk sudah jadi, sesudah dikumpulkan dan diolah pihak lain, misalnya catatan penduduk di BPS.registrasi balita dikantor kelurahan
- Data tertier
Data yang didapat dari suatu karangan ilmiah atau laporan yang berupa kesimpulan-kesimpulan

d. Menurut waktu pengumpulan
- Data cross section
Yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu, yang dapat menggambarkan keadaan/kegiatan pada waktu ini. ( data jumlah balita yang ditimbang baru dan lama pada bulan agustus 2006)
- Data berkala ( time seris )
Yang dikumpulkan secara terus menerus, ( dari waktuke waktu) untuk mendapat gambaran tentang perkembangan yang di observasi, misalnya ingin melihat pertumbuhan berat badan balita dipantau setiap bulan dari hasil penimbangan di KMS

Data yang baik

Data yang salah apabila dipergunakan untuk membuat keputusan akan menghasilkan keputusan yang salah, untuk itu diperlukan data yang baik

Syarat data yang baik|

1. Data harus objektif dapat menggambarkan keadaan seperti apa adanya ( as it is )
2. Data harus mewakili (representatif)
3. Data perkiraan harus mempunyai kesalahan ( sampling error) yang kecil
4. Data harus tepat waktu ( up to date)
5. Data harus ada hubungan dengan persoalan(relevan) artinya data yang dapat menggambarkan faktor-faktor yang mungkin menjadi timbulnya persoalan misalnya anak kurang gizi mungkin disebabkan makanan yg dikonsumsi ( food in take )

Variabel dan skala pengukuran

Variabel

Suatu sifat atau fenomena yang dapat menunjukan sesuatu yang dapat diamati dannilainya berbeda-beda. Nilai karakteristik suatu elemen berbentuk angka disebut variabel, bagian dari variabel disebut atribut,
Contoh: variabel jenis kelamin, atribut variabelnya adalah laki-laki dan perempuan

Cara memperolehnya

Variabel diskrit
Variabel kontinyu


SIFATNYA

Kuantitatif
Kualitatif

PENGUKURAN

Pengukuran adalah suatu cara memperoleh data yang dilakukan dengan cara menggunakan berbagai alat ukur yang dilakukan terhadap sekelompok objek
Alat ukur untuk mengukur variabel kualitatif seperti tingkat pengetahuan tingkat motivasi menggunakan kriteria-kriteria. Alat ukur untuk mengukur variabel kuantitatif dapat menggunakan alat ukur seperti timbangan, meteran dll

Data yang dihasilkan dapat mengukur dengan menggunakan alat ukur, perlu dinyatakan dalam ukuran skala, skala menunjukan pengkategorian data yang dapat memberikan ciri-ciri tertentu dari variabel yang diamati.

SKALA

SKALA DATA KUALITATIF

Skala nominal ( nominal dichotom, nominal polichotom)
Skala ordinal

SKALA KUANTITATIF

Skala interval
Skala Ratio

SKALA NOMINAL

Skala ini merupakan tingkatan paling rendah menurut tingkat pengukurannya
Data nominal ini pada satu individu tidak mempunyai variasi sama sekali , jadi satu individu hanya punya satu bentuk data ( tidak mempunyai tingkatan) . Contoh pada data nominal diantaranya yaitu jenis kelamin , tempat tinggal , setiap individu hanya mempunyai satu data jenis kelamin, laki-laki atau perempuan
Jenis nominal :
1. dicotom : yaitu data akan muncul dua kategori
Misalnya : jenis kelamin ( laki-laki dan perempuan
2. Polikotom : data akan muncul lebih dari dua
Misalnya : Agama ( islam, kristen. Hindu, budha )


SKALA ORDINAL

Pengukuran ini tidak hanya membagi objek menjadi kelompok –kelompok yang tidak tumpang tindih, tetapi antara kelompok itu ada hubungan (rangking), hubungan antara kelompok ini dapat ditulis sebagai lebih kecil (< ) atau lebih besar(>) jadi dari kelompok yang sudah ditentukan dapat diurutkan menurut besar kecilnya
Contoh: tingkat pendidikan ( SD,SMP,SMA.PT) pada tingkat pendidikan ini SD lebih rendah dari SMP Dst.

SKALA INTERVAL

Dalam interval dapat membagi objek menjadi kelompok tertentu dan dapat diurutkan juga jarak dari dari urutan kelompok tersebut
Contoh: pengukuran Panas dengan termometer, katakanlah celcius, temperatur 40 derajat lebih panas 15 derajat dari temperatur 25 derajat.
Skala ini tidak mempunyai nol absolut

SKALA RATIO

Skala ini merupakan tingkatan yang paling tinggi dalam pengukuran, data ratio memiliki jarak antara nilai yang paling pasti dan memiliki nol mutlak (ab solut)yang tidak dimiliki oleh jenis skala lainnya.
Contoh: berat badan, panjang benda, jarak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar